The King 2 Hearts: My a Little Heaven

Hi, I’m back!

Serasa punya hutang yang belum terbayar karena udah lama ga nulis sesuatu di sini, kekeke~
Ane akan jelasin alasannya kenapa udah lama ga main-main ke sini lagi.

1) Ga ada waktu untuk nulis. Atau lebih tepatnya, males *getok jidat sendiri* XD. Fokus ane teralihkan ke hal lain, jadi urusan ngurus blog ini agak terabaikan #ngeles.
2) Ga tahu mau nulis apa. Padahal di luar sana banyak hal-hal menarik yang bisa diobrolin di sini tapi entah kenapa ga bisa menggugah hati ane untuk bahas di sini.
3) Karena fokus ane belakangan ini hanya berpusat pada Lee Seunggi, Ha Jiwon dan TK2H dan berputar pada ke-3 hal itu aja *sigh*

Belum pernah ada drama korea yang bisa membuat ane menghela napas berkali-kali sampai ane liat TK2H. Dan hal itu berlanjut pasca selesai nonton dramanya. Atau dengan kata lain, efek/pengaruh drama ini terlalu besar dan sulit untuk ane atasi sendirian. Dan ane ga heran kalau apa yang ane rasain ini terjadi juga pada hearties yang lain *sigh*.

Salahkan drama TK2H karena terlalu AWESOME to the Max!!!!!

Dan akibat yang ditimbulkan drama ini, untuk pertama kalinya dalam hidup ane, ane menjadi seorang shipper, *pprrrttt* some of weird feeling after I’ve write that word!!! Make me chills, kekeke~

At the first, I feel its really funny. How come, a drama can make me devote all my attention to the lead actor and actress just because I can not resist from their chemistry during drama and some of bts. And then proceed with a few clues that I got recently.
It felt strange, weird, unreal, and like not myself.

But this is beyond my control. I made ineffective. I fell in love with AhHa couple and in the deepest of my heart, there is a desire to see them become real a couple in their real life.
Have I crossed the line that I’ve should not be? My logic said: Yeah, this time I’ve crossed a line. But my heart said otherwise. Its really confused me ^^β€œ

A drama should be a drama only, and is not a part in the drama of my own life!
A drama just for fun. Enjoy it. I have my own life apart from the real and drama!
But now it seems, have mingled with my real life and drama. Mix together. Ahha couple became a part of me that is difficult let go. Lee Seunggi and Ha Jiwon has entered into my heart and mind. I was really expecting both of them to be a real partner *sigh*.

I guess the romantic side in me has power over me that I was swept up in my own drama creations, kekeke~
Blame to TK2H coz too awesome!!! πŸ˜€

I do not even care about difference age between Lee Seunggi and Ha Jiwon! If they do in relationship, as long as they love each other and be happy, that’s enough for me.
Anyone can not predict the future. My only one hope is Lee Seunggi dan Ha Jiwon will be happy, together or not later.

I think these words are very suitable to describe how the relationship between Lee Seunggi and Ha Jiwon. I quote the words of the dialogue TK2H drama :

β€œBach and Gounod were born in different places, in different times. That their music fits together like this, is amazing. Lee Seung Gi and Ha Ji won were born in different places, in different times. That their sizzling chemistry fits together like that, is amazing.”

πŸ˜€

Posted with WordPress for BlackBerry.

The King 2 Hearts addict: part 2

Yes, I’m still withdrawal πŸ˜€

Ngomongin drama ini seolah ga pernah kehabisan bahan. Kegilaan aq pada drama ini seolah udah mendarah daging, masuk ke sumsum tulang (*lebay) πŸ˜€

Jujur, pertama kali nonton drama tk2h karena LM/LF-nya. Lee Seunggi n Ha Jiwon, dua2nya favo-ku. Kenal Seunggi pertama kali dr Xman (2006), kalo Jiwon unnie dr jamannya Damo (2003) n Love Letter bareng ama Kang Hodong n Shinhwa.

Pertamanya masih ragu dg chemistry couple ini krn gap 9 tahun, dan jg temaΒ  black comedy yg menitikberatkan pd intrik politik (bukan tema favo-ku) tapi tetap niat mau nonton krn bias ama ke-2nya. Dan begitu nonton, sama sekali ga nyesel πŸ˜€

Ok, aq ga akan bahas lagi ttg chemistry antar tokoh, khususnya OTP/OSP yg terbukti HOT. Atau kualitas sinematografi, ost, skill akting dr para aktor-aktrisnya yg superb. Yg ingin aq tekankan di sini adalah dr sisi storyline-nya. Yg aq suka bgt dr storyline tk2h ini adalah adanya benang merah ttg humanism yg kental. Hal ini jarang ada di kdramaland, kalaupun ada hanya muncul di permukaan aja, tidak mjd inti dr cerita. Hal ini berbeda dg jdrama, dimana benang merah humanism sering ditemukan. Kebanyakan tema storyline di Kdramaland memfokuskan pd sisi romantisme aja, sedangkan sisi/wajah ‘manusia’ dr para tokoh2nya terkesan kurang digali (biasanya cuma karakter LM-LFnya aja yg lumayan berkembang). Di tk2h sisi ‘manusia’nya justru mjd inti ceritanya.

Kenapa aq bilang sisi humanism dr drama ini kental bgt, well…..kita bs liat sisi ini melalui perkembangan karakter tokoh2 yg ada di sini. SW drama ini emang jempolan dlm characters building/developing (buat yg blom nonton Bethovens virus: recommended!). Para tokoh digambarkan bukanlah sosok manusia sempurna, termasuk hero, heroin ataupun villain. Ga ada tokoh yg pure white atau black, tp semua tokoh digambarkan berada di sisi grey/abu2 sama spt pd gambaran manusia nyata.

Contohnya, tokoh Hangah. Dlm pekerjaan (yg berkaitan dg militer) dia ahli dibidangnya tp dia jg tidak melupakan kodratnya sbg wanita. Dia ingin mencintai n dicintai. Menilai dr hub-nya dg Jaeha, sedari awal, Hangah menekankan pd Jaeha u/ melihat dirinya bukan hanya sbg wanita tp jg partner sejajar. Dr awal episode sampe akhir, Hangah menekankan hal ini. Hangah jg berjiwa besar. Cintanya murni dan tanpa syarat. Dibesarkan o/ ayahnya seorg diri n tumbuh tanpa kasih sayang ibu, tdk mjdkan Hangah kekurangan kasih sayang. Cinta Hangah jg berperan mjd penyembuh luka bg org lain, dlm hal ini Jaeha yg pd akhirnya mau membuka hatinya. Walau dlm prosesnya, dirinya sdri ikut terluka tp Hangah tetap bertahan pd Jaeha. Jenis cinta spt ini yg mulai langka. Cintanya bukan jenis cinta destruktif yg egois. Hangah pd dasarnya adalah pribadi yg hangat. Kehangatan cinta Hangah mjd sumber kekuatan bg org lain, bukan hanya bg Jaeha tp jg Jaeshin n QM. Inget adegan di RS saat Jaeshin diseret Hangah ke kamar mandi? Atau saat Hangah mendesak Jaeshin u/ mengingat ttg Bonggu n Bong2? Saat diculik, Hangah mjd kekuatan bg QM shg QM berani ambil keputusan u/ kabur. Atau saat QM dg gemetar memukuli Bonggu dg harga dirinya sbg QM?

Terus terang, karakter Hangah mengingatkanku pd karakter Yuri Makurano dr manga For The Rose (Yoshimura Akemi, salah satu mangaka favo-ku). Baik Hangah maupun Yuri sama2 pribadi yg jujur, hangat n memiliki cinta/hati yg seolah tanpa batas. Such as beautiful n wonderful character.

Contoh lain, salah satu sisi Jaeha. Jaeha dr awal sadar bhw dirinya brengsek bahkan menyebut dirinya sdri sbg ‘trash/sampah’, ini secara sadar dilakukannya u/ menutupi sisi dirinya yg sebenarnya. Sedari awal dia udah pakai topeng u/ melindungi dirinya sdri dr realita yg membuatnya trauma n mjd pribadi yg sinis (ingatan ttg first love-nya). Tp karena Hangah, dia pelan2 membuka diri, walau dlm prosesnya tidak bisa langsung instan berubah. Perjalanan panjang prince yg super brengsek berubah mjd King yg mature, berani n bs diandalkan yg paling memperlihatkan sisi humanism/manusia-nya dr karakter Jaeha.

Contoh lain, dr sisi sek Eun. Abdi loyal selama 30 tahun lebih pd kerajaan tp krn kesalahan kecil yg diperbuatnya dg tdk sengaja (faktor usia?) malah menciptakan labirin masalah rumit yg melibatkan anggota kerajaan. Sisi dualisme sek Eun sangat kuat. Di satu sisi dia abdi yg setia pd kerajaan tp di sisi lain u/ melindungi kepentingannya itu dia secara sadar mendekatkan diri pd inti masalah (Bonggu cs) yg membuatnya mengkhianati kerajaan. Penyesalannya yg datang terlambat terlihat sangat manusiawi. Saat Shikyung meninggal, sek Eun melihat ini sbg karma atas perbuatannya pd royal family shg dia tdk bs sepenuhnya menyalahkan kematian anaknya pd king Jaeha, tp lebih menyalahkan dirinya sdri. Dan u/ menyembuhkannya dr luka ini, dia mengatasinya dg satu2nya cara yg dia tahu seumur hidupnya, yaitu mengabdikan diri sepenuhnya pd kerajaan n mendampingi king Jaeha dg setia sama spt Shikyung yg sampai akhir setia pd king Jaeha.

Bahkan, dr Bonggu bs diliat sisi ‘manusia’nya saat dia cerita ttg kenangan masa kecilnya pd QM. Bonggu menyalahkan orang tua kandungnya yg membuangnya shg mjdkan dirinya pribadi yg spt skrg n dia meminta pengertian QM akan hal ini.

Satu lagi yg kuat bgt di drama ini adalah soal trust/kepercayaan. Cinta JH-HA dilandasi trust satu sama lainnya. Rasa saling percaya mjdkan pondasi cinta mrk semakin kuat. Dg ini Hangah menyelamatkan Jaeha dr rencana pembunuhan saat di NK. Dg ini pula Jaeha menghampiri n percaya diri melamar Hangah seusai drama penyanderaannya. Dg ini pula mereka berdua memutuskan ikut WOC dan mempertaruhkan rencana pertunangan mrk pd keberhasilan/kegagalan WOC. Dg ini pula Hangah berani menekan tombol bom di HP krn dia percaya Jaeha. Dg ini pula Jaeha melepas Hangah n QM u/ misi sukarelawan ke Somalia. Dg ini pula, Jaeha n Hangah bertahan saat penculikan. Dg ini pula Jaeha akhirnya berhasil menemukan Hangah di penjara China. Dg ini pula Jaeha mengijinkan Hangah bertemu Bonggu. Dan dg trust di antara mrk ber-2 ini, Jaeha n Hangah bertahan saat mrk harus berpisah akibat ancaman perang antar 2 Korea, yg akhirnya membuat ke-2nya bertemu n bersatu kembali.

Terkadang krn terlalu mencintai seseorg, rasa cinta itu bs mjd bumerang bg diri sdri jika tdk dilandasi o/ rasa percaya. Jenis cinta obsesif n super protektif tanpa sadar bs membunuh diri sdri. Tp krn ada rasa percaya antar pasangan walau terpisah jarak, rasa cinta justru akan semakin kuat. Ini yg terjadi pada AhHa couple. Bukan cinta membabi-buta yg egois dan kekanak-anakkan tapi cinta yg didasari o/ respek antar 2 org dewasa yg saling mengerti posisi satu sama lainnya. Tanpa harus banyak kata2 cinta, ikatan cinta di antara ke-2nya terjalin kuat krn sudah saling mengerti luar dalam. AhHa couple saling mencintai bukan hanya krn alasan ketertarikkan fisik-emosional antara pria-wanita sbgmn yg umum ditemui, tapi krn baik Jaeha-Hangah adalah sama2 manusia dewasa dg segala kelebihan/kekurangan yg saling membutuhkan n melengkapi. So. Touched.

Hub saling percaya antar 2 org manusia dewasa yg saling respek juga tercermin antara Jaeha-Shikyung. Shikyung selalu ada di sisi Jaeha, dimana Jaeha membutuhkannya di saat yg tepat. Dan dg caranya sdri, Jaeha selalu ada u/ Shikyung (dlm hub-nya dg Jaeshin). Sebelum kematian Shikyung, niat Jaeha membalas dendam pd Bonggu didasari alasan pribadi yg disebabkan krn kematian Jaekang+istri n kecelakaan yg menimpa Jaeshin. Tp setelah kematian Shikyung, Jaeha sadar bhw tidak ada alasan bgnya u/ tdk melawan Bonggu, krn Bonggu adalah manusia yg berbahaya. Jaeha melawan dg senjata yg tdk dipunyai n dipercayai Bonggu, yaitu dg aturan hukum yg berlaku. Hukum yg dibuat o/ manusia/people. Krn itu Jaeha menyeret Bonggu ke ICC demi rasa keadilan bukan lagi krn dendam pribadi. Jaeha percaya pd dirinya, keluarganya dan rakyatnya, sedangkan Bonggu justru tdk mempercayai siapa2 selain dirinya sendiri.

Tema trust jg tercermin di antara anggota SK-NK saat WOC. Kerjasama tim yg solid n rasa percaya/respek satu sama lainnya yg membuat mrk berhasil melewati tantangan WOC.

Trust, khususnya rasa percaya/respek tanpa pamrih terhadap sesama manusia yg semakin langka dlm kehidupan nyata kita sehari-hari, justru ditekankan berkali-kali o/ SW drama ini. So idealistic n heartwarming.

Buat aq pribadi, ga ada rasa bosen saat nonton drama ini. Mengingat adanya tema politik yg kuat, ini rekor buat aq bs menikmati sepenuhnya keseluruhan konflik dr drama ini πŸ˜€ (mungkin terbantu dg sisi black comedy-nya yg tdk pure political drama).

Mungkin buat sebagian org ending Bonggu di penjara seumur hidup ga sebanding dg penderitaan yg disebabkan o/nya. Atau unhappy ending buat Shikyung-Jaeshin couple. Atau ending terbuka antara SK-NK. Aq jg sempat mau boikot ke SW-nya (maksudnya? :D), tp kemudian saat aq pikir dalam2 lg, ga lebih ga kurang, memang ending yg spt ini yg paling pas buat drama idealis macam tk2h. Sampai scene terakhir SW-nya tetap konsisten mengusung tema black comedy. Sisi ini tetap diperlihatkannya saat little prince ga sengaja nyebut ibunya : ‘umani’ (panggilan ibu dg logat NK) dan menyebabkan permasalahan baru di tengah publik SK. Karena tk2h didasari o/ realita hub SK-NK, maka ending terbuka spt yg terjadi pd kenyataan SK-NK yg sebenarnya yg paling tepat. Kalau dibuat ke-2 Korea benar2 reunifikasi malah terlihat dipaksakan n dibuat-buat. Atau saat Jaeshin mengenang Shikyung, ini dilakukannya u/ melanjutkan hidupnya. Dia terus maju ke depan dg berani n percaya diri krn ada cinta Shikyung yg tulus pdnya. Memang menyedihkan tapi, well…..tdk selamanya hidup ini penuh dg gula2 n bunga, kan?! Apa yg kita ingin/pikir happy ending buat seseorang, belum tentu benar2 happy ending bagi org itu. Begitupun sebaliknya. Jaeshin mendapatkan kebahagiaan dg caranya sdri. Begitupun dg AhHa couple. Let’s be positive thinking! Semua tokoh di drama ini ‘berdamai’ dg masa lalu n menatap masa depan dg cara mrk sdri. So. Satisfied.

Sbg kdrama lover bertahun-tahun, baru kali ini aq menemukan kdrama yg begitu ‘real’ n terasa jujur dr segala aspek. Kompleksitas konflik yg ditawarkan drama ini beragam n disajikan dlm porsi yg seimbang. Sisi politik/militer di drama ini sama penting/porsinya dg sisi roman atau keluarga dan berhasil digambarkan dg tidak berat sebelah. Perlu ditekankan di sini, tk2h bukanlah drama sempurna, krn drama ini jg ga lepas dr byk kekurangan (khususnya dlm hal editing, lack acting from foreign actors, etc) tp buat aq pribadi, level kepuasan saat menonton drama ini jelas sangat berbeda dg kdrama yg pernah aq tonton sebelumnya. Bukan dg maksud membandingkan dg kdrama lain atau krn bias LM-LFnya, tp menurutku (berusaha objektif) tk2h is full-package kdrama so far, khususnya dlm hal characters building yg SUPERB.

Dr 4 drama yg pernah dibintangi Seunggi, drama ini yg paling memperlihatkan kualitas aktingnya sbg aktor n kompleksitas karakter yg kena bgt. Kalo dr Jiwon unnie, drama Damo, Hwangjini n tk2h yg menurutku karakternya dapet bgt yg sekaligus jg memperlihatkan kualitas total akting seorang aktris sekelas Ha Jiwon. Sorry Sega lover, walau aq termasuk sega addict jg n ga meragukan skill aktingnya Jiwon unnie, tp karakter Gil Raim ga terlalu memorable buat aq, begitupun dg karakter Jiwon unnie di WHIB, ga terlalu berkesan buat aq πŸ™‚

Buatku, saat ini tk2h is top of the top dlm list drama favo-ku sepanjang masa. Dlm 5 tahun ke dpn, blm tentu ada lagi drama idealis spt tk2h. Krn itu, drama ini begitu spesial buat aq. Semakin ditonton ulang, semakin jatuh cinta pd drama ini. Butuh keberanian, open minded, n jg sikap kritis saat menonton drama ini. Sekali jatuh cinta maka akan semakin cinta, tp jika sedari awal ga suka maka seterusnya ga akan suka (?), khususnya pd jenis drama dg tema spt ini.

Tk2h membawa tingkat kepuasan aq saat menikmati kdrama semakin meningkat. Investasi emosi+pikiranku saat nonton kdrama akan semakin terasah/peka berkat tk2h, khususnya dr segi storyline yg ditawarkan kdrama lain (terlepas dr siapa yg main, SW-PD).

Ok, that’s it all! Mungkin ada yg bingung saat baca komen-ku ini, krn aq ga bs menjelaskannya dg cara yg lbh baik lagi. Sorry kalo jd curhat berkepanjangan. Hearties, FIGHTING!!! πŸ˜€