Go Ayano

image

Sebenarnya udah lama banget ane mau bahas soal aktor Jepang, Go Ayano tapi tertunda terus. Baru pada kesempatan ini ane bisa membahas dia. Pertama-tama, ane akan cerita bagaimana ane kesengsem dia. Jujur aja ane baru ngeh tentang Go Ayano sejak nonton drama Public Affairs Office in the Sky | Soratobu Kouhoushitsu (TBS / 2013) sebagai Daisuke Sorai. Yang jadi lawan mainnya dia di drama ini adalah aktris Yui Aragaki sebagai Rika Inaba.

image

Drama ini adalah drama pertamanya sebagai lead male dan juga mengantarkannya meraih Rookie of the Year di Japan Academy Prize barengan Ai Hatsumoto, Rena Nounen, Sota Fukushi, Higashide Masahiro dan Fumino Kimura. Mengenai cerita drama ini seperti apa, googling sendiri aja ya…

Sejak itu, ane mulai ngendus-ngendus dan melacak keberadaan aktor ini di drama and film. Listnya dia cukup panjang. Walau kebanyakan perannya dia cuma peran kecil. Tapi dengan referensi sepanjang itu membuktikan kalau dia bukan aktor karbitan karena bakat aktingnya sudah terasah dan tereksplorasi dengan seiring berjalannya waktu. Yang cukup meninggalkan kesan adalah saat ane lihat peran kecilnya di Rurouni Kenshin (2012) sebagai Gein. Bertarung memakai dua pedang pendek dengan gerakan super cepat melawan si Kenshin yang diperanin Sato Takeru. Walau kemunculannya singkat dan minim dialog tapi bener-bener membekas dalam ingatan ane.

Di film A Story of Yonosuke | Yokomichi Yonosuke (2013). Dia berperan sebagai Yosuke Kato, teman kuliahnya lead male yang diperanin Kengo Sora. Perannya di sini juga kecil dan hampir tidak terlihat beruntung karena dandanan anehnya di film ini, ane bisa menemukannya.

Lanjut ke film The Snow White Murder Case | Shiro Yuki Hime Satsujin Jiken (2014) sebagai sutradara acara TV, Yuji Akahoshi. Perannya di sini cukup menarik karena dia memainkan karakter yang dari awal sudah salah paham sama lead female yang dibawakan Inoue Mao. Penonton digiring untuk mempercayai penilaiannya dia yang sebenarnya salah. Jadinya ending film ini rada twist. Tapi cukup menghibur.

Di film yang baru ane lihat sebagian karena masih raw, Piece of Cake (2015). Berperan sebagai lead male bernama Kyoshiro Sugahara. Lawan mainnya di sini adalah aktris Mikako Tabe. Keduanya memainkan adegan berbau XXX. Yang menarik dalam film ini bukan karena adegan ranjangnya itu tapi kekuatan dari penghayatan karakternya. Walau sebagian besar ane ga ngerti dialog di film ini, ane terbantu dengan melihat akting para aktornya.

image

Pieces of Cake

Sebenernya, filmnya dia yang pernah ane lihat cukup banyak. Contohnya: Gatchaman (2013), I Have To Buy New Shoes | Atarashii Kutsu wo Kawanakucha (2012), Bunny Drop | Usagi Drop (2011), GANTZ (2011) dan GANTZ Perfect Answer (2011), Crows Zero 2 | Kurozu zero II (2009), Naoko (2008). Sayangnya saat itu ane belum menyadari eksistensinya. Maafkan ane ya Go-chan.

Kalau dorama, selain Public Affairs Office in the Sky, ane baru lihat S: The Last Policeman | S – Saigo no Keikan (TBS / 2014). Berperan sebagai polisi SWAT Jepang bernama Iori Soga. Lawan mainnya aktor Osamu Mukai.

image

Premier S - The Last Policeman live action

Yang bikin ane senang dengan drama ini selain ceritanya yang cukup menarik penyebab lainnya adalah karena Ayano ketemu lagi ama Yui Aragaki yang jadi pemeran tamu di 2 episode terakhir.

image

S - The Last Policeman

Sejak main drama berdua di Public Affair, ane suka banget pairing mereka… sampe rada nyiperin walau ga mungkin sebenarnya karena si Yui digosipin pacaran lama ama Ryo Nishikido sejak mereka main di Zenkai Garu. Sedangkan si Ayano sendiri sejak putus dari Erika Toda sering digosipin ama lawan mainnya yang lain. Emang kayak playboy cap botol jin kayaknya si Ayano ini, hahaha… Oh ya, satu lagi yang bikin ane suka drama ini karena Jo Odagiri (salah satu aktor Jepang favorit ane) ikut main di sini sebagai tokoh antagonisnya. Double bonus ngeliat kharismanya si Jo jadi orang jahat  yang kena banget. Drama S ini juga dilanjutkan ke versi layar lebarnya dengan pemain yang sama. Ane belum sempet nonton, sengaja nunggu english subtitel-nya keluar. Hahaha…

Yang bikin ane penasaran adalah film dia berjudul The Light Shines Only There (Soko nomi nite Hikari Kagayaku) main sama aktris watak Chizuru Ikewaki.

image

Film ini mengantarkan Ayano sebagai aktor terbaik di festival film Yokohama 2015. Sutradara film ini juga menang di festival yang sama. Juga pemeran lainnya. Bahkan menang di festival film Montreal 2014 sebagai sutradara terbaik.

image

Yang ane suka dari dia adalah caranya membawakan sebuah karakter di film atau drama, mau peran besar atau cuma numpang lewat doang, semua itu dilakukannya dengan serius sehingga peran itu nancep di memori penonton. Kalau dilihat dari cakep atau ga, itu relatif sih ya. Tapi ane ga pernah nganggep kalau dia itu ganteng karena tipe wajahnya juga bukan tipe wajah flower boy tapi tipe wajah yang cowo banget. Pokoknya kesan ane ke dia itu, LAKI BANGET. Enough said! ♡
Di kehidupan pribadinya, Go-chan diketahui publik berteman dekat dengan Takayuki Yamada dan Shun Oguri, yang berhubung mereka satu agensi wajarlah ya jadi dekat 

Dorama – Sakamoto Yuji

Ane ga malu mengakui diri sebagai dorama-lovers. Jauh sebelum K-wave mewabah termasuk drama korea, ane telah jatuh hati dengan dorama. Sampai sekarang walau pilihan drakor semakin banyak dan menarik, dorama selalu punya tempat di hati ane 🙂

Salah satu dorama berkualitas yang ane lihat baru-baru ini adalah Soredemo, Ikite Yuku (Fuji TV, 2011). Human drama yang dibintangi my love, Eita dan Mitsushima Hikari ini begitu berkesan. Kekuatan cerita dan akting yang menawan dari para aktor yang bermain di dalam drama ini bukan main-main. Sisi manusia yang begitu kental di dalam drama ini berhasil menggugah hati ane. Sebuah peristiwa tragedi masa lalu yang masih membayangi tokoh-tokohnya hingga ke kehidupan mereka sekarang.
Ane ga akan cerita panjang lebar seperti apa isi dorama yang berhasil memenangkan banyak award ini, well…silahkan googling sendiri untuk cari tahu lebih lanjut :p

Yang mau ane bahas di sini adalah soal SWnya, Sakamoto Yuji. Waktu ane iseng nyari info soal SW dorama Soredemo, Ikite Yuku, ane baru tahu kalo SW dorama ini sama dengan SWnya dorama klasik Tokyo Love Story (Fuji TV, 1991). Buat dorama-lovers veteran seperti ane ini, Tokyo Love Story adalah salah satu dorama klasik sepanjang masa. Tokyo Love Story menjadi salah satu list yang ‘wajib’ ditonton ulang/dikoleksi 😀

Siapa yang masih ingat bittersweet love story antara Akana Rika yang diperankan oleh Suzuki Honami dengan Nagao Kanji (Oda Yuji), lalu kisah cinta mereka menjadi semakin rumit dengan adanya tokoh Sekiguchi Satomi (Arimori Narimi) dan Mikami Kenichi (Eguchi Yosuke)? Siapa yang masih ingat ama ost dorama ini, Love Story wa Totsuzen ni by Kazumasa Oda?
Pantas saja ane merasa familiar saat mendengar ost dorama Soredemo, Ikite Yuku, ternyata Kazumasa Oda juga mengisi ost dorama ini dengan lagu Tokyo no Sora. Love it !!!

Dari list panjang karya Sakamoto Yuji, baru tiga yang (mungkin) ane lihat sampai detik ini. Dorama karyanya yang ketiga yang ane lihat adalah dorama tanpatsu Sayonara Bokutachi no Youchien (NTV, 2011) yang dibintangi aktris cilik berbakat Ashida Mana. Kisah mengharukan dan manis 5 orang anak TK yang melakukan perjalanan bersama tanpa orang dewasa demi menemui salah satu teman kelas mereka yang dirawat di RS luar kota.

Yang bisa ane tangkap dari ketiga drama karya Sakamoto-sensei yang pernah ane lihat sejauh ini, sisi manusia digambarkan tidak hanya memiliki dua sisi saja, gelap dan terang, melainkan digambarkan semanusiawi mungkin. Tidak ada formula yang pasti untuk menggambarkan karakter-karakter para tokoh yang ada di dorama karyanya namun bukan berarti karakterisasinya tidak jelas. Justru sebaliknya. Karyanya cukup detail dan menyentuh aspek kehidupan dengan gamblang, sederhana dan apa adanya. Ane yang melihat dorama karyanya bisa ikut merasakan kehangatan nilai-nilai soal hidup yang berharga dan hal ini membuat ane berpikir soal kehidupan.

Berikut sedikit informasi soal Sakamoto Yuji (sc: dramawiki).

Name: ć‚ć…ƒèŁ•äșŒ (ă•ă‹ă‚‚ăšăƒ»ă‚†ă†ă˜)
Name (romaji): Sakamoto Yuji
Profession: Screenwriter
Birthdate: 1967-May-12
Birthplace: Osaka

TV Shows :

Saikou no Rikon (Fuji TV, 2013)
Makete, Katsu (NHK, 2012)
Soredemo, Ikite Yuku (Fuji TV, 2011)
Sayonara Bokutachi no Youchien (NTV, 2011)
Mother (NTV, 2010)
Chase (NHK, 2010)
Taiyo to Umi no Kyoshitsu (Fuji TV, 2008)
Ryokiteki na Kanojo (TBS, 2008)
Watashitachi no Kyokasho (Fuji TV, 2007)
Top Caster (Fuji TV, 2006)
Saiyuuki (Fuji TV, 2006)
Last Christmas (Fuji TV, 2004)
Itoshi Kimi e (Fuji TV, 2004)
Anata no Tonari ni Dareka Iru (Fuji TV, 2003)
Remote (NTV, 2002)
Renai Hensachi (Fuji TV, 2002)
Tsubasa wo Kudasai! (Fuji TV, 1996)
Hatachi no Yakusoku (Fuji TV, 1992)
Tokyo Love Story (Fuji TV, 1991)
Nippon-ichi no Kattobi Otoko (Fuji TV, 1990)
Dokyuusei (Fuji TV, 1989)

Recognitions :

70th Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter for Soredemo, Ikite Yuku
65th Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter for Mother
53rd Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter for Watashitachi no Kyokasho

Posted with WordPress for BlackBerry.

Dorama – Asano Taeko

Asano Taeko

Jujur, dari sekian list karya-karyanya Asano Taeko hanya beberapa yang sudah ane lihat, dan dari sedikit list yang ane pernah lihat itu ane suka semuanya.

Pertama, dorama romantis Love Generation (Fuji TV, 1997) yang dibintangi Kimura Takuya (Katagiri Teppei) dan Takako Matsu (Uesugi Riko) yang berperan sebagai rekan kantor yang terlibat hubungan cinta. Simbol apel yang terbuat dari kaca/sejenis kristal bening begitu melekat di ingatan saat teringat soal dorama ini. Setting di jembatan juga sering muncul di dalam drama.

Kedua, dorama mellow Kamisama Mou Sukoshi Dake (Fuji TV, 1998). Duet aktor blasteran Jepang-Taiwan, Takashi Kaneshiro (Ishikawa Keigo) yang berperan sebagai produser musik dan Kyoko Fukada (Kano Masaki), seorang gadis SMU biasa yang terkena HIV/AIDS berhasil menguras air mata siapa pun yang menonton dorama ini *termasukane*. Ost dorama ini, For You by Luna Sea seperti mantra sedih saat didengar dan tanpa sadar kita (mungkin) akan meneteskan airmata.

Ketiga, dorama Last Friends (Fuji TV, 2008). Ane ga tahu harus komentar apa tentang dorama yang satu ini. Spesial, mungkin kata yang mendekati maksud ane mengenai dorama yang banyak memenangkan penghargaan ini. Tema drama yang lumayan berat berhasil dibawakan oleh para aktor dengan baik membuat dorama ini jadi salah satu dorama favorit ane. Lihat aja deretan aktor-aktris muda berbakat yang ikut main di dorama ini, sebut saja Nagasawa Masami (Aida Michiru) yang bertunangan dengan seorang pemuda super-protektif yang diperankan oleh Nishikido Ryo (Oikawa Sosuke) yang berujung tragis. Ada lagi Ueno Juri (Kishimoto Ruka) gadis tomboy yang merasa tidak nyaman dengan orientasi seksnya sehingga pada akhirnya memutuskan menjadi laki-laki. Sejak SMU diam-diam dia mencintai Aida Michiru. Lalu ada my love Eita (Mizushima Takeru) yang berperan sebagai make-up artis yang memiliki masa lalu kelam karena diperkosa oleh kakak perempuannya sendiri sehingga saat Takeru dewasa dia menjadi takut berhubungan (cinta) dengan wanita sampai dia bertemu dengan Ruka yang tomboy dan Takeru diam-diam mencintainya. Ost dorama ini, Prisoner of Love yang dinyanyikan dengan sangat indah oleh Utada Hikaru menambah kesan ‘dark and sad’ dalam drama ini.
Well, cuma dua kata buat kalian yang belum pernah nonton dorama berkualitas ini : “Buruan lihat!!!” 😀

Keempat, dorama mellow Innocent Love (Fuji TV, 2008). Aktris Horikita Maki (Akiyama Kanon) berperan sebagai seorang gadis muda yang harus menderita di dalam lingkungan tempatnya tinggal (sehingga dia harus terus berpindah-pindah) akibat memiliki seorang kakak laki-laki yang dipenjara karena terlibat pembunuhan. Saat dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang pianis terkenal yang diperankan Kitagawa Yujin (Nagasaki Junya) dia jatuh cinta padahal si pianis dengan setia merawat tunangannya yang koma. Tema gay terasa kental di dalam dorama ini. Utada Hikaru kembali menyanyikan ostnya, Eternal, lagu indah yang terkesan sedih.

Kelima, Tsuki no Koibito (Fuji TV, 2010). Aktor kawakan Kimura Takuya (Hazuki Rensuke) terlibat hubungan cinta-kerja yang rumit dan menyakitkan dengan Shinohara Ryoko (Ninomiya Maemi), teman dekat sekaligus rekan kerjanya, dan aktris-model Taiwan, Lin Chi Ling (Liu Xiu Mei) seorang aktris baru orbitannya. Lalu ada juga tokoh Sai Kazami/Cai Feng Jian yang diperankan Matsuda Shota, bawahan Renzuke yang kemudian mengambil alih perusahaan Renzuke dan mencintai Maemi secara sepihak. Adegan Maemi mengungkapkan cinta terpendamnya pada Renzuke yang berdiri membelakanginya yang akan pergi menyusul Xiu Mei ke bandara selalu ane ingat dan entah kenapa setelahnya menjadi sedih, hiks~padahal dorama ini happy ending 🙂
Toshinobu Kubota mengisi ost dorama ini, lagu berjudul Love Rain~Koi no Ame, sangat indah.

Berikut sedikit info soal Asano Taeko (sc: dramawiki).

Name: æ”…é‡ŽćŠ™ć­
Name (romaji): Asano Taeko
Profession: Screenwriter
Birthdate: 1961-Oct-04
Birthplace: Kanagawa Prefecture, Japan
Star sign: Libra

TV Shows :

Tsuki no Koibito (Fuji TV, 2010)
Chichi yo, Anata wa Erakatta (TBS, 2009)
Innocent Love (Fuji TV, 2008)
Cat Street (NHK, 2008)
Last Friends (Fuji TV, 2008)
Bizan (Fuji TV, 2008)
Junjo Kirari (NHK, 2006)
Ooku 5 (Fuji TV, 2005)
Honto ni Atta Kowai Hanashi SP (Fuji TV, 2004)
I’m Home (NHK, 2004)
Ooku 4 (Fuji TV, 2004)
Chotto Matte Kami-sama (NHK, 2004)
Ooku 3 (Fuji TV, 2003)
Kaidan Hyaku Monogatari (Fuji TV, 2002)
Bara no Jyujika (Fuji TV, 2002)
Kongai Renai (TV Asahi, 2002)
Nisennen no Koi (Fuji TV, 2000)
Kamisama Mou Sukoshi Dake (Fuji TV, 1998)
Love Generation (Fuji TV, 1997)
Age 35 Koishikute (Fuji TV, 1996)

Movies :

NANA 2 (2006)
NANA (2005)

Awards :

57th Television Drama Academy Awards: Best Script – Last Friends.

Film NANA dan sekuelnya ane juga udah pernah nonton. Film bergaya punk rock n’roll yang diisi dengan lagu-lagu ost keren. FYI, NANA diadaptasi dari manga karangan Ai Yazawa, one of my favorite manga-ka 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Dorama – Kitagawa Eriko

Ada yang kenal dengan screenwriter Kitagawa Eriko? Orang umum bisa dimaklumi kalo ga kenal dia. Pecinta dorama kenal dia? Kalo sampai dorama-lovers ga tahu siapa dia, waaah~patut dipertanyakan ke’aslian’ dorama-loversnya, hahaha……

Masih ga kenal juga? Well, bagaimana kalo ane sebutin list dorama karya-karyanya? Tahu dorama jadul Asunaro Hakusho (Fuji TV, 1993) atau yang dikenal di sini dengan judul Ordinary People? Dorama ini punya tempat spesial di hati ane waktu pertama kali nonton di tv lokal dan masih membekas sampai sekarang. Ostnya True Love yang dinyanyiin Fuji Fumiya, salah satu ost drama favorit ane.
Pertama kalinya lihat akting Kimura Takuya dan Tsutsui Michitaka yang masih unyu, lols. Tokoh Tamotsu Kakei yang diperankan Tsutsui bikin ane klepek-klepek, nyadar untuk pertama kalinya kalo cowok Jepang itu ada yang cakep, hahaha~
Sebenarnya, tema cerita drama ini biasa-biasa aja dan umum ditemui dalam hidup, menitikberatkan pada persahabatan 5 orang mahasiswa di dalam sebuah kampus yang dibumbui kisah cinta di antara mereka. Yang menarik menurut ane (mungkin) adalah alurnya. SWnya alias Kitagawa Eriko berhasil membangun alur cerita yang ringkas, padat dan tepat sasaran. Jujur aja, sampai sekarang ane masih ingat bagaimana jalan cerita drama ini walau udah lama banget nonton. Dorama ini punya kenangan tersendiri buat ane, dan jangan heran kalo ane berusaha nyari copy-an dorama jadul ini buat dilihat lagi (susahnya minta ampun), dan untungnya ane dapet *nyengirlebarbahagia*

Masih ga tahu juga Asunaro Hakusho aka Ordinary People atau soal Kitagawa Eriko? Bagaimana dengan dorama Long Vocation (Fuji TV, 1996) ? Siapa yang masih ingat kisah cinta manis Hayama Minami dan Hidetoshi Sena? Atau siapa yang masih hafal lirik lagu ost dorama ini, La La La La Love Song by Toshinobu Kubota feat Naomi Cambell?
Dorama ini yang bikin ane jatuh cinta lebih dalam lagi ama Kimutaku alias Kimura Takuya dan Yutaka Takenouchi yang kakoi abiz 😀
SWnya pintar membangun alur sehingga buat yang nonton ga ada rasa bosan, malah nagih dan membekas di hati. Sama seperti Ordinary People, Long Vocation adalah dorama spesial buat ane.

Setelah dua dorama di atas, masih belum kenal juga kah dengan Kitagawa Eriko atau pun karya-karyanya? Kalo ane sebut dorama menyayat hati Beautiful Life (TBS, 2000) ada yang ingat? Siapa yang nangis mewek nonton drama ini? *tunjuktangansendiri* Siapa yang jadi sedih waktu dengar ost drama ini, Konya Tsuki no Mieru oka ni yang dinyanyiin B’Z? *tunjuktanganlagi* Siapa yang ga bisa lupa bittersweet love story antara Okishima Shuji (Kimura Takuya) dan Machida Kyoko (Takako Tokiwa)? *angkatduatangan* dan siapa yang ga bosen re-run dorama klasik ini? *angkatduatanganlagi* hehehe~
Gara-gara dorama ini, ane cinta mati ama aktingnya Kimutaku, dan jadi fans berat Takako Tokiwa, lols

Masih ga tahu juga? Well….well….ke-3 dorama yang ane sebut di atas emang tergolong dorama jadul apalagi buat ukuran orang yang lahir di tahun ’90an ke atas. Tapi bukan soal jadul/ga yang penting, pointnya adalah ke-3 dorama di atas adalah sebagian kecil dari dorama klasik yang ‘wajib’ dilihat oleh dorama-lovers, entah salah satu atau justru ke-3nya untuk mendefinisikan dan menasbihkan makna ‘dorama-lovers’ sesungguhnya :p
Yakin deh, kalo udah pernah nonton salah satu atau justru ke-3nya pasti langsung jatuh cinta ama dunia dorama *pengalamanpribadi* hehehe~

Ok, masih dimaklumi kalo ga kenal Kitagawa Eriko atau pun ke-3 karya lamanya di atas, tapi bagaimana dengan dorama Orange Days (TBS, 2004) ? Tema cerita dorama ini agak mirip dengan Ordinary People, mengangkat kisah persahabatan dan cinta 5 orang mahasiswa dalam satu kampus. Asiknya setelah nonton dorama ini ane jadi familiar ama beberapa gerakan bahasa isyarat. Dorama ini yang mengenalkan ane untuk pertama kalinya dengan akting Tsumabuki Satoshi, Shibasaki Kou dan my love Eita 😀 Ostnya yang dinyanyiin Mr Children, Sign, bikin ane jadi fans mereka.

Orange Days masih dianggap dorama jadul? Well, bagaimana dengan Sunao ni Narenakute / Hard to Say That I Love You (Fuji TV, 2010) ? Kisah cinta 5 orang dewasa yang bersahabat gara-gara twitter. Reuni akting Eita dan Ueno Juri setelah Last Friends dipertemukan kembali lewat dorama sweet ini. Ini juga dorama pertama yang dibintangi Kim JaeJoong/Hero, salah satu vokalis boyband DBSK/TVXQ/Tohoshinki (eks) dan JYJ (now) dan mengantarkannya meraih Best Supporting Actor di 14th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2010).
Hero JaeJoong juga membintangi Postman to Heaven (SBS, 2010) berpasangan dengan Han Hyo Joo. Sama seperti yang sudah-sudah, Postman to Heaven juga salah satu karya Kitagawa Eriko.

Berikut informasi singkat soal Kitagawa Eriko (sc: dramawiki)

Name: ćŒ—ć·æ‚Šćć­
Name (romaji): Kitagawa Eriko
Profession: Writer
Birthdate: 1961-Dec-24
Birthplace: Minokamo, Gibu prefecture

TV Shows:

Okaasan no Saigo no Ichinichi (ăŠæŻă•ă‚“ăźæœ€ćŸŒăźäž€æ—„) (TV Asahi, 2010)
Postman to Heaven (SBS, 2010)
Sunao ni Narenakute (Fuji TV, 2010)
Tatta Hitotsu no Koi (NTV, 2006)
Orange Days (TBS, 2004)
Sora Kara Furu Ichioku no Hoshi (Fuji TV, 2002)
Love Story (TBS, 2001)
Beautiful Life (TBS, 2000)
Over Time (Fuji TV, 1999)
Saigo no Koi (TBS, 1997)
Long Vacation (Fuji TV, 1996)
Aishiteiru to Ittekure (TBS, 1995)
Kimi to Ita Natsu (Fuji TV, 1994)
Asunaro Hakusho (Fuji TV, 1993)
Sono Toki, Heart wa Nusumareta (Fuji TV, 1992)
Sugao no Mama de (Fuji TV, 1992)

Recognitions:

41st Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter: Orange Days
33rd Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter: Sora Kara Furu Ichioku no Hoshi
24th Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter: Beautiful Life
9th Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter: Long Vacation
6th Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter: Aishiteiru to itte kure

Setahu ane, Tsutsui Michitaka main di 2 dorama karya Kitagawa-san sebagai lead male, Asunaro Hakusho (Fuji TV, 1993) dan Kimi to Ita Natsu (Fuji TV, 1994).
Lain lagi dengan Kimura Takuya. Dia punya track records sering main di dorama karya Kitagawa-san, baik sebagai lead male atau pun second male. Di antaranya : Sono Toki, Heart wa Nusumareta (Fuji TV, 1992), Asunaro Hakusho (Fuji TV, 1993), Long Vocation (Fuji TV, 1996), Beautiful Life (TBS, 2000), dan Sora Kara Furu Ichioku no Hoshi (Fuji TV, 2002).

Satu ciri khas yang selalu ane temukan di dalam dorama karya Kitagawa-sensei adalah tema ‘young and fresh’ baik mengangkat kisah antara orang-orang muda atau pun hal-hal yang update pada masanya.
Sudah bisa diduga, Kitagawa Eriko adalah salah satu SW dorama favorit ane, hehehe~

Posted with WordPress for BlackBerry.