Ken’ichi Matsuyama

Kali ini ane mau cerita salah satu aktor jepang favorit, Ken’ichi Matsuyama aka Matsu-Ken. Aktor muda kelahiran Mutsu, Aomori 05.03.1985 bisa dibilang bukan sembarang aktor. Lihat aja track records dia, dan bandingin antara satu karakter ke karakter yang lain. Buat viewers yang terbiasa melihat karya-karyanya pasti sepakat bilang kalau Matsu-Ken ini termasuk aktor berbakat.

Kenapa disebut aktor berbakat? Well, seorang aktor yang berhasil dalam berperan adalah saat dia bisa membawakan tiap karakter yang dimainkannya dengan baik sehingga meninggalkan ‘sesuatu’ atau impact tertentu pada viewers. Nah, Matsu-Ken termasuk jenis aktor seperti yang disebut di atas. Entah karena keberuntungan atau karena sikap smart-nya dalam memilih project dan karakter yang akan dimainkan, hampir semua karya dia bisa dikatakan berhasil dan kebanyakan karakter yang pernah dia mainkan itu termasuk kategori karakter nyentrik dan unik. Matsu-Ken dikenal tidak takut memilih dan memainkan karakter yang tidak biasa.

Berikut beberapa karakter yang pernah dimainkan olehnya.
Sebagai contoh, sosok L, seorang detektif jenius yang memiliki kebiasaan memakan makanan serba manis begitu melekat di ingatan bagi siapa saja yang pernah menonton film Death Note dan sekuelnya.

Di film Detroit Metal City, Matsu-Ken menjadi seorang vokalis band hard metal rock dengan make up tebal yang terlihat garang di panggung saat menyanyi lagu-lagu rock cadas tapi sebenarnya adalah pemuda kuper dan pemalu yang kesulitan mengungkapkan rasa cinta pada gadis yang ditaksirnya.

Di GANTZ dan sekuelnya, Matsu-Ken menjadi seorang kakak yang rela melakukan apapun demi melindungi adik laki-lakinya dan terjebak di antara dunia nyata dan dunia GANTZ.

Di film Bunny Drop/Usagi Drop, Matsu-Ken menjadi seorang pekerja kantoran yang memilih membesarkan anak haram kakeknya yang masih berusia 6 tahun yang tidak lain adalah bibinya sendiri. Siapa yang bisa menduga kalau chemistry Matsu-Ken dan aktris cilik berbakat Ashida Mana dalam film ini begitu kompak dan manis?

Di film Don’t Laugh at my Romance, Matsu-Ken menjadi seorang mahasiswa yang menjalin cinta rahasia dengan dosen perempuan yang jauh lebih tua darinya dan tidak peduli dengan anggapan orang lain terhadap dirinya.

Di film Memoirs of a Teenage Amnesiac, Matsu-Ken menjelma menjadi seorang pelajar SMU internasional yang memiliki masalah kejiwaan dan kesulitan dalam pergaulan sosialnya.

Di film Kamui Gaiden, Matsu-Ken berubah menjadi ninja terbuang dari koloninya dan berjuang melindungi sebuah pulau beserta isinya.

Di film Kaiji, Matsu-Ken menjadi seorang pejudi yang terjebak dalam dunia hitam perdagangan manusia bawah tanah dan menjalin persahabatan antara sesama korban.

Di film Linda Linda Linda, Matsu-Ken menjadi seorang pelajar SMU yang menyatakan cinta pada pelajar pertukaran dari korea yang diperankan oleh Bae Doo Na yang merupakan vokalis band pada festival budaya di sekolah.

Di film NANA, Matsu-Ken menjadi seorang pemetik bass dengan tubuh penuh tindikan yang pemalu dan tidak banyak bicara.

Di film Shindo, Matsu-Ken menjadi seorang mahasiswa musik yang menjalin persahabatan dengan gadis remaja yang jenius dalam musik khususnya piano dan terlibat dalam pertualangan mencari piano tua si gadis yang hilang.

Di film The Blue Wolf: To the Ends of the Earth and Sea, Matsu-Ken menjadi putra mahkota Jengis Khan yang bernasib malang.

Di film Yamato, Matsu-Ken menjadi seorang pelajar muda yang mendaftar sebagai tentara dan digembleng di kapal perang Yamato pada PD II.

Di film Worst by Chance, Matsu-Ken menjadi salah satu mahasiswa yang selamat setelah terperangkap di sebuah rumah berisi pembunuh sakit jiwa yang menuntut balas.

Salah satu dorama yang dibintangi Matsu-Ken yang paling berkesan buat ane adalah Zeni Geba (NTV / 2009). Well, human drama dengan tema berat selalu menarik untuk diikuti kisahnya. Karakternya di sini cukup kompleks kalau tidak mau dibilang memiliki kepribadian ganda yang rumit. Dorama yang mengantarkannya sebagai best actor ini layak jadi tontonan wajib buat dorama-lovers πŸ™‚

Selain ane suka dengan karya-karya Matsu-Ken ane juga suka ama cerita kehidupan pribadinya yang cukup stabil dan ga neko-neko. Matsu-Ken menikahi aktris cantik Koyuki Kato yang lebih tua 9 tahun darinya pada tahun 2011 setelah berpacaran sekitar 2 tahun lebih setelah keduanya bermain bersama dalam film Kamui Gaiden dan awal Januari 2013 pasangan ini dikarunia anak kedua setelah Januari tahun sebelumnya mereka dikarunia seorang putra. Wow~kejar setoran kayaknya, hahaha……

Happy family man and tallented actor πŸ˜€

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Dorama – Sakamoto Yuji

Ane ga malu mengakui diri sebagai dorama-lovers. Jauh sebelum K-wave mewabah termasuk drama korea, ane telah jatuh hati dengan dorama. Sampai sekarang walau pilihan drakor semakin banyak dan menarik, dorama selalu punya tempat di hati ane πŸ™‚

Salah satu dorama berkualitas yang ane lihat baru-baru ini adalah Soredemo, Ikite Yuku (Fuji TV, 2011). Human drama yang dibintangi my love, Eita dan Mitsushima Hikari ini begitu berkesan. Kekuatan cerita dan akting yang menawan dari para aktor yang bermain di dalam drama ini bukan main-main. Sisi manusia yang begitu kental di dalam drama ini berhasil menggugah hati ane. Sebuah peristiwa tragedi masa lalu yang masih membayangi tokoh-tokohnya hingga ke kehidupan mereka sekarang.
Ane ga akan cerita panjang lebar seperti apa isi dorama yang berhasil memenangkan banyak award ini, well…silahkan googling sendiri untuk cari tahu lebih lanjut :p

Yang mau ane bahas di sini adalah soal SWnya, Sakamoto Yuji. Waktu ane iseng nyari info soal SW dorama Soredemo, Ikite Yuku, ane baru tahu kalo SW dorama ini sama dengan SWnya dorama klasik Tokyo Love Story (Fuji TV, 1991). Buat dorama-lovers veteran seperti ane ini, Tokyo Love Story adalah salah satu dorama klasik sepanjang masa. Tokyo Love Story menjadi salah satu list yang ‘wajib’ ditonton ulang/dikoleksi πŸ˜€

Siapa yang masih ingat bittersweet love story antara Akana Rika yang diperankan oleh Suzuki Honami dengan Nagao Kanji (Oda Yuji), lalu kisah cinta mereka menjadi semakin rumit dengan adanya tokoh Sekiguchi Satomi (Arimori Narimi) dan Mikami Kenichi (Eguchi Yosuke)? Siapa yang masih ingat ama ost dorama ini, Love Story wa Totsuzen ni by Kazumasa Oda?
Pantas saja ane merasa familiar saat mendengar ost dorama Soredemo, Ikite Yuku, ternyata Kazumasa Oda juga mengisi ost dorama ini dengan lagu Tokyo no Sora. Love it !!!

Dari list panjang karya Sakamoto Yuji, baru tiga yang (mungkin) ane lihat sampai detik ini. Dorama karyanya yang ketiga yang ane lihat adalah dorama tanpatsu Sayonara Bokutachi no Youchien (NTV, 2011) yang dibintangi aktris cilik berbakat Ashida Mana. Kisah mengharukan dan manis 5 orang anak TK yang melakukan perjalanan bersama tanpa orang dewasa demi menemui salah satu teman kelas mereka yang dirawat di RS luar kota.

Yang bisa ane tangkap dari ketiga drama karya Sakamoto-sensei yang pernah ane lihat sejauh ini, sisi manusia digambarkan tidak hanya memiliki dua sisi saja, gelap dan terang, melainkan digambarkan semanusiawi mungkin. Tidak ada formula yang pasti untuk menggambarkan karakter-karakter para tokoh yang ada di dorama karyanya namun bukan berarti karakterisasinya tidak jelas. Justru sebaliknya. Karyanya cukup detail dan menyentuh aspek kehidupan dengan gamblang, sederhana dan apa adanya. Ane yang melihat dorama karyanya bisa ikut merasakan kehangatan nilai-nilai soal hidup yang berharga dan hal ini membuat ane berpikir soal kehidupan.

Berikut sedikit informasi soal Sakamoto Yuji (sc: dramawiki).

Name: ε‚ε…ƒθ£•δΊŒ (γ•γ‹γ‚‚γ¨γƒ»γ‚†γ†γ˜)
Name (romaji): Sakamoto Yuji
Profession: Screenwriter
Birthdate: 1967-May-12
Birthplace: Osaka

TV Shows :

Saikou no Rikon (Fuji TV, 2013)
Makete, Katsu (NHK, 2012)
Soredemo, Ikite Yuku (Fuji TV, 2011)
Sayonara Bokutachi no Youchien (NTV, 2011)
Mother (NTV, 2010)
Chase (NHK, 2010)
Taiyo to Umi no Kyoshitsu (Fuji TV, 2008)
Ryokiteki na Kanojo (TBS, 2008)
Watashitachi no Kyokasho (Fuji TV, 2007)
Top Caster (Fuji TV, 2006)
Saiyuuki (Fuji TV, 2006)
Last Christmas (Fuji TV, 2004)
Itoshi Kimi e (Fuji TV, 2004)
Anata no Tonari ni Dareka Iru (Fuji TV, 2003)
Remote (NTV, 2002)
Renai Hensachi (Fuji TV, 2002)
Tsubasa wo Kudasai! (Fuji TV, 1996)
Hatachi no Yakusoku (Fuji TV, 1992)
Tokyo Love Story (Fuji TV, 1991)
Nippon-ichi no Kattobi Otoko (Fuji TV, 1990)
Dokyuusei (Fuji TV, 1989)

Recognitions :

70th Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter for Soredemo, Ikite Yuku
65th Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter for Mother
53rd Television Drama Academy Awards: Best Screenwriter for Watashitachi no Kyokasho

Posted with WordPress for BlackBerry.