Go Ayano

image

Sebenarnya udah lama banget ane mau bahas soal aktor Jepang, Go Ayano tapi tertunda terus. Baru pada kesempatan ini ane bisa membahas dia. Pertama-tama, ane akan cerita bagaimana ane kesengsem dia. Jujur aja ane baru ngeh tentang Go Ayano sejak nonton drama Public Affairs Office in the Sky | Soratobu Kouhoushitsu (TBS / 2013) sebagai Daisuke Sorai. Yang jadi lawan mainnya dia di drama ini adalah aktris Yui Aragaki sebagai Rika Inaba.

image

Drama ini adalah drama pertamanya sebagai lead male dan juga mengantarkannya meraih Rookie of the Year di Japan Academy Prize barengan Ai Hatsumoto, Rena Nounen, Sota Fukushi, Higashide Masahiro dan Fumino Kimura. Mengenai cerita drama ini seperti apa, googling sendiri aja ya…

Sejak itu, ane mulai ngendus-ngendus dan melacak keberadaan aktor ini di drama and film. Listnya dia cukup panjang. Walau kebanyakan perannya dia cuma peran kecil. Tapi dengan referensi sepanjang itu membuktikan kalau dia bukan aktor karbitan karena bakat aktingnya sudah terasah dan tereksplorasi dengan seiring berjalannya waktu. Yang cukup meninggalkan kesan adalah saat ane lihat peran kecilnya di Rurouni Kenshin (2012) sebagai Gein. Bertarung memakai dua pedang pendek dengan gerakan super cepat melawan si Kenshin yang diperanin Sato Takeru. Walau kemunculannya singkat dan minim dialog tapi bener-bener membekas dalam ingatan ane.

Di film A Story of Yonosuke | Yokomichi Yonosuke (2013). Dia berperan sebagai Yosuke Kato, teman kuliahnya lead male yang diperanin Kengo Sora. Perannya di sini juga kecil dan hampir tidak terlihat beruntung karena dandanan anehnya di film ini, ane bisa menemukannya.

Lanjut ke film The Snow White Murder Case | Shiro Yuki Hime Satsujin Jiken (2014) sebagai sutradara acara TV, Yuji Akahoshi. Perannya di sini cukup menarik karena dia memainkan karakter yang dari awal sudah salah paham sama lead female yang dibawakan Inoue Mao. Penonton digiring untuk mempercayai penilaiannya dia yang sebenarnya salah. Jadinya ending film ini rada twist. Tapi cukup menghibur.

Di film yang baru ane lihat sebagian karena masih raw, Piece of Cake (2015). Berperan sebagai lead male bernama Kyoshiro Sugahara. Lawan mainnya di sini adalah aktris Mikako Tabe. Keduanya memainkan adegan berbau XXX. Yang menarik dalam film ini bukan karena adegan ranjangnya itu tapi kekuatan dari penghayatan karakternya. Walau sebagian besar ane ga ngerti dialog di film ini, ane terbantu dengan melihat akting para aktornya.

image

Pieces of Cake

Sebenernya, filmnya dia yang pernah ane lihat cukup banyak. Contohnya: Gatchaman (2013), I Have To Buy New Shoes | Atarashii Kutsu wo Kawanakucha (2012), Bunny Drop | Usagi Drop (2011), GANTZ (2011) dan GANTZ Perfect Answer (2011), Crows Zero 2 | Kurozu zero II (2009), Naoko (2008). Sayangnya saat itu ane belum menyadari eksistensinya. Maafkan ane ya Go-chan.

Kalau dorama, selain Public Affairs Office in the Sky, ane baru lihat S: The Last Policeman | S – Saigo no Keikan (TBS / 2014). Berperan sebagai polisi SWAT Jepang bernama Iori Soga. Lawan mainnya aktor Osamu Mukai.

image

Premier S - The Last Policeman live action

Yang bikin ane senang dengan drama ini selain ceritanya yang cukup menarik penyebab lainnya adalah karena Ayano ketemu lagi ama Yui Aragaki yang jadi pemeran tamu di 2 episode terakhir.

image

S - The Last Policeman

Sejak main drama berdua di Public Affair, ane suka banget pairing mereka… sampe rada nyiperin walau ga mungkin sebenarnya karena si Yui digosipin pacaran lama ama Ryo Nishikido sejak mereka main di Zenkai Garu. Sedangkan si Ayano sendiri sejak putus dari Erika Toda sering digosipin ama lawan mainnya yang lain. Emang kayak playboy cap botol jin kayaknya si Ayano ini, hahaha… Oh ya, satu lagi yang bikin ane suka drama ini karena Jo Odagiri (salah satu aktor Jepang favorit ane) ikut main di sini sebagai tokoh antagonisnya. Double bonus ngeliat kharismanya si Jo jadi orang jahat  yang kena banget. Drama S ini juga dilanjutkan ke versi layar lebarnya dengan pemain yang sama. Ane belum sempet nonton, sengaja nunggu english subtitel-nya keluar. Hahaha…

Yang bikin ane penasaran adalah film dia berjudul The Light Shines Only There (Soko nomi nite Hikari Kagayaku) main sama aktris watak Chizuru Ikewaki.

image

Film ini mengantarkan Ayano sebagai aktor terbaik di festival film Yokohama 2015. Sutradara film ini juga menang di festival yang sama. Juga pemeran lainnya. Bahkan menang di festival film Montreal 2014 sebagai sutradara terbaik.

image

Yang ane suka dari dia adalah caranya membawakan sebuah karakter di film atau drama, mau peran besar atau cuma numpang lewat doang, semua itu dilakukannya dengan serius sehingga peran itu nancep di memori penonton. Kalau dilihat dari cakep atau ga, itu relatif sih ya. Tapi ane ga pernah nganggep kalau dia itu ganteng karena tipe wajahnya juga bukan tipe wajah flower boy tapi tipe wajah yang cowo banget. Pokoknya kesan ane ke dia itu, LAKI BANGET. Enough said! ♡
Di kehidupan pribadinya, Go-chan diketahui publik berteman dekat dengan Takayuki Yamada dan Shun Oguri, yang berhubung mereka satu agensi wajarlah ya jadi dekat 

Iklan

Sakaguchi Kentaro, My Little Secret

cdr0aq0xeaemxlb.jpg
Sakaguchi Kentaro

Dorama is never die. Mungkin itu kata-kata yang cocok menggambarkan betapa ane lebih menyukai nonton dorama ketimbang yang lainnya. Meskipun digempur oleh godaan rumput tetangga, eh… maksudnya kdrama dan saudara setanah-air, ane tetap menyediakan waktu senggang… uhuk… setiap saat… uhuk… untuk nonton dorama. Ga perlu banyak alasan kan kenapa ane lebih suka dorama dibandingkan yang lain. Soalnya kalau terlanjur cinta, alasan cuma jadi rangkaian kata-kata aja. Iya toh?

Berhubung udah lama ane ga kecebur lagi dalam dunia kata-kata, untuk merayakan momen ini ane akan menulis tentang sesuatu yang ane sukai akhir-akhir ini. Di atas udah disinggung soal dorama. Tapi ane bukannya mau membahas secara khusus dorama tertentu, melainkan seorang aktor muda kelahiran 11 Juli 1991 ini menurut ane punya masa depan cerah secerah matahari terbit setiap pagi, yaitu Sakaguchi Kentaro.

cdqxdcuueaablvq.jpg

Sakaguchi Kentaro

Who? Dare? Sopo iku yo? Well, kalau you baru pertama kali ini dengar namanya, lihat mukanya, sesungguhnya ane ga akan menyalahkan you karena memang si akang SakaKen ini newbie di dunia layar perak dan layar tabung (jiaaah… jadul amat istilah ane). Wajah kawaii-nya baru sekitar 2-3 tahun ini wara-wiri di film dan drama.

Dia emang termasuk salah satu aktor pendatang baru jadi wajar masih banyak orang yang ga ngeh dia. Tapi coba deh buka-buka majalah mode cowok terkenal Jepang, khususnya Men’s Non No, niscaya wajah SakaKen ini tampil hampir di setiap halaman or edisi. Yup! Dia emang mengawali kariernya mula-mula di dunia modelling.

cdib5klusaaygda.jpg

Sakaguchi Kentaro

Ane akan menjelaskan sedikit riwayat perkenalan ane mula-mula sama dia (sok kenal banget kesannya). Jujur aja ane baru kenal dia pertengahan tahun kemarin. Gara-gara lihat trailer Heroine Shikkaku. Mengenai bagaimana cerita film yang diadaptasi dari manga ini, silakan berkunjung ke mbah google.
Jujur aja belum banyak film atau drama dia yang ane lihat. Kalau drama baru lihat Love That Makes You Cry | Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naite Shimau (Fuji TV / 2016) sebagai Haruta Nakajo. Bukan peran utama tapi karakter yang dia mainkan di drama ini cukup menonjol, karena setia mencintai sampai akhir cewe yang terlanjur jatuh cinta sama lead male-nya.
Film ane baru lihat No Longer Heroine | Heroine Shikkaku (2015) sebagai 2nd lead male, Kosuke Hiromitsu. Klepek-klepeknya gara-gara film ini. Karakternya khas manga shoujo, tipe cowo keren populer yang belum benar-benar jatuh cinta sampai ketemu ama lead female-nya.
image

Dan menurut ane, perannya dia di film ini lebih ‘kena’ ke penonton daripada lead male-nya (maaf ya Yamazaki Kento). Setidaknya itu yang ane rasakan setelah nonton film ini. Senyumnya terutama yang bikin mata ane blink-blink.
image
Siapa yang tahan sama senyum 10 juta watt-nya ini???

Walau belum banyak film dan drama dia yang ane lihat, tapi dilihat dari list film dan dramanya termasuk yang berbobot. Bisa dibilang dia termasuk beruntung atau cukup pintar memilih project film dan drama dia. Dengan kata lain ga asal ambil peran atau aji mumpung. Contoh di film At Home (2015). Perannya sebagai Jun Moriyama, salah satu anak dari lead male yang dimainkan oleh salah satu aktor Jepang favorit ane sepanjang masa, Takenouchi Yutaka. Di film Our Little Sister | Umimachi Diary (2015) berperan sebagai kekasih salah satu lead female yang diperankan Nagazawa Masami. Film ini ikut berkompetisi dan para pemain utamanya sempat datang ke festival film Cannes 2015. Walau sebagian besar peran yang diambilnya itu bukan peran yang cukup penting tapi keberadaannya sanggup membekas di hati penonton.
SakaKen akhirnya mendapat kesempatan sebagai lead male di film Kimi to 100 Kaime no Koi (2017) sebagai Riku Hasegawa. Ane akan tunggu bagaimana perkembangan aktingnya!

BTW, beberapa orang menganggap SakaKen secara visual mirip aktor Korea Seo Kang Jun. Ane pribadi ga rela dia disamain ama SKJ.

Ken’ichi Matsuyama

Kali ini ane mau cerita salah satu aktor jepang favorit, Ken’ichi Matsuyama aka Matsu-Ken. Aktor muda kelahiran Mutsu, Aomori 05.03.1985 bisa dibilang bukan sembarang aktor. Lihat aja track records dia, dan bandingin antara satu karakter ke karakter yang lain. Buat viewers yang terbiasa melihat karya-karyanya pasti sepakat bilang kalau Matsu-Ken ini termasuk aktor berbakat.

Kenapa disebut aktor berbakat? Well, seorang aktor yang berhasil dalam berperan adalah saat dia bisa membawakan tiap karakter yang dimainkannya dengan baik sehingga meninggalkan ‘sesuatu’ atau impact tertentu pada viewers. Nah, Matsu-Ken termasuk jenis aktor seperti yang disebut di atas. Entah karena keberuntungan atau karena sikap smart-nya dalam memilih project dan karakter yang akan dimainkan, hampir semua karya dia bisa dikatakan berhasil dan kebanyakan karakter yang pernah dia mainkan itu termasuk kategori karakter nyentrik dan unik. Matsu-Ken dikenal tidak takut memilih dan memainkan karakter yang tidak biasa.

Berikut beberapa karakter yang pernah dimainkan olehnya.
Sebagai contoh, sosok L, seorang detektif jenius yang memiliki kebiasaan memakan makanan serba manis begitu melekat di ingatan bagi siapa saja yang pernah menonton film Death Note dan sekuelnya.

Di film Detroit Metal City, Matsu-Ken menjadi seorang vokalis band hard metal rock dengan make up tebal yang terlihat garang di panggung saat menyanyi lagu-lagu rock cadas tapi sebenarnya adalah pemuda kuper dan pemalu yang kesulitan mengungkapkan rasa cinta pada gadis yang ditaksirnya.

Di GANTZ dan sekuelnya, Matsu-Ken menjadi seorang kakak yang rela melakukan apapun demi melindungi adik laki-lakinya dan terjebak di antara dunia nyata dan dunia GANTZ.

Di film Bunny Drop/Usagi Drop, Matsu-Ken menjadi seorang pekerja kantoran yang memilih membesarkan anak haram kakeknya yang masih berusia 6 tahun yang tidak lain adalah bibinya sendiri. Siapa yang bisa menduga kalau chemistry Matsu-Ken dan aktris cilik berbakat Ashida Mana dalam film ini begitu kompak dan manis?

Di film Don’t Laugh at my Romance, Matsu-Ken menjadi seorang mahasiswa yang menjalin cinta rahasia dengan dosen perempuan yang jauh lebih tua darinya dan tidak peduli dengan anggapan orang lain terhadap dirinya.

Di film Memoirs of a Teenage Amnesiac, Matsu-Ken menjelma menjadi seorang pelajar SMU internasional yang memiliki masalah kejiwaan dan kesulitan dalam pergaulan sosialnya.

Di film Kamui Gaiden, Matsu-Ken berubah menjadi ninja terbuang dari koloninya dan berjuang melindungi sebuah pulau beserta isinya.

Di film Kaiji, Matsu-Ken menjadi seorang pejudi yang terjebak dalam dunia hitam perdagangan manusia bawah tanah dan menjalin persahabatan antara sesama korban.

Di film Linda Linda Linda, Matsu-Ken menjadi seorang pelajar SMU yang menyatakan cinta pada pelajar pertukaran dari korea yang diperankan oleh Bae Doo Na yang merupakan vokalis band pada festival budaya di sekolah.

Di film NANA, Matsu-Ken menjadi seorang pemetik bass dengan tubuh penuh tindikan yang pemalu dan tidak banyak bicara.

Di film Shindo, Matsu-Ken menjadi seorang mahasiswa musik yang menjalin persahabatan dengan gadis remaja yang jenius dalam musik khususnya piano dan terlibat dalam pertualangan mencari piano tua si gadis yang hilang.

Di film The Blue Wolf: To the Ends of the Earth and Sea, Matsu-Ken menjadi putra mahkota Jengis Khan yang bernasib malang.

Di film Yamato, Matsu-Ken menjadi seorang pelajar muda yang mendaftar sebagai tentara dan digembleng di kapal perang Yamato pada PD II.

Di film Worst by Chance, Matsu-Ken menjadi salah satu mahasiswa yang selamat setelah terperangkap di sebuah rumah berisi pembunuh sakit jiwa yang menuntut balas.

Salah satu dorama yang dibintangi Matsu-Ken yang paling berkesan buat ane adalah Zeni Geba (NTV / 2009). Well, human drama dengan tema berat selalu menarik untuk diikuti kisahnya. Karakternya di sini cukup kompleks kalau tidak mau dibilang memiliki kepribadian ganda yang rumit. Dorama yang mengantarkannya sebagai best actor ini layak jadi tontonan wajib buat dorama-lovers 🙂

Selain ane suka dengan karya-karya Matsu-Ken ane juga suka ama cerita kehidupan pribadinya yang cukup stabil dan ga neko-neko. Matsu-Ken menikahi aktris cantik Koyuki Kato yang lebih tua 9 tahun darinya pada tahun 2011 setelah berpacaran sekitar 2 tahun lebih setelah keduanya bermain bersama dalam film Kamui Gaiden dan awal Januari 2013 pasangan ini dikarunia anak kedua setelah Januari tahun sebelumnya mereka dikarunia seorang putra. Wow~kejar setoran kayaknya, hahaha……

Happy family man and tallented actor 😀

Posted with WordPress for BlackBerry.