Secret Garden My Ghost

Drama korea Secret Garden udah hampir lewat setahun yang lalu. Tapi, dampaknya masih gw rasain sampai sekarang. Gara-gara drama ini, tiap drama korea yang gw lihat setelahnya terlihat nggak menarik en seru. Karena gw kerap kali sadar atau nggak membandingkan mereka dengan SG. Ada beberapa drama korea setelah SG yang lumayan menurut gw, kayak The Greatest Love, City Hunter, Protect My Boss atau Scent of Woman, tapi masih jauh kalau dibandingin dengan dampak SG yang gw alami. Gw sampai bertanya-tanya sendiri, kenapa gw bisa terobsesi dengan SG.

Keseluruhan drama ini menurut gw pribadi nyaris prefect! Jalan ceritanya, penokohannya, settingnya, soundtrack-nya, acting para aktornya, dialog-dialog cerdas en berbobot di drama ini, dll. Rasanya agak sulit untuk nyari drama yang mirip atau setidaknya mendekati ‘kesempurnaan’ drama ini. Semuanya terlihat serba ‘pas’ di drama ini. Gw masih belum cerita tentang chemistry antara Hyun Bin (Kim Joo Woon) dan Ha Ji Won (Gil Ra Im) yang klop banget di drama ini! Mereka kayak pasangan yang memang ditakdirkan oleh langit untuk bersama! Nggak heran di luar sana banyak fans keduanya yang berharap mereka berdua bisa jadi couple beneran, termasuk gw sendiri! Fingers crossing buat  Wedding Bell tahun 2013 untuk seluruh fans SG!

Gw masih belum cerita tentang jalan cerita drama ini. Unpredictable! Bahkan di saat episode terakhir drama ini tetap memberi kejutan. Tiap episodenya memberi kejutan tersendiri buat para penonton. Tiap episodenya buat yang nonton bisa ngerasain banyak hal. Kita bisa nangis en ketawa di saat yang bersamaan. Di drama ini ada kisah fantasi, romantic, comedy en action jadi satu. Karakter Oska en Sektretaris Kim menurut gw itu jenius! Oh, gw tergila-gila dengan dua karakter ini 😀

Gw belum cerita tentang settingnya! Termasuk properti yang dipakai di drama ini. Jangan bilang udah lupa sama jumper biru bling-bling atau motif macan tutul yang sering dipakai Kim Joo Won. Jangan bilang lupa sama rumahnya Kim Joo Won yang asli artistic banget! Trus ada lagi Mall super gede Lotte Young Plaza di Myeong-dong yang jadi salah satu tempat lokasi shooting drama ini (tempat kerjanya Kim Joo Won sebagai CEO).

Gw belum cerita tentang soundtracknya yang asli pas banget sama dramanya. Lagu ‘That Man’ yang dinyanyiin Baek Ji Young sulit dicari gantinya. Lagu ‘That Woman’ yang dinyanyiin sendiri oleh Hyun Bin saat adegan dia patah hati juga pas banget! Masuk banget tiap adegan en soundtracknya. Nggak perlu gw sebutin satu-satu tiap adegannya di sini. Kalau mau tahu, lu lihat aja sendiri dramanya gimana. Sedikit saran, lihat drama ini yang ada English sub-nya karena nggak akan ngerusak jalan ceritanya dibandingin yang bahasa Indonesia. Favorit gw ost di drama ini adalah lagu yang judulnya Neonun Nahee Bomida yang dinyanyiin sama Seong Shi Kyeong, asli gw bisa nggak sadar nahan napas sendiri saat inget lagu ini. Lebay bangetkan??!!

Soal acting kesemua aktornya, jangan ditanya deh! Mau yang dapet peran utama atau pendukung atau hanya sekedar figuran aja, semuanya berakting nyaris sempurna memerankan karakter yang mereka bawain secara profesional. Masih inget adegan push-up en tatapan mata antara KJW en GRI yang fenomenal itu? Atau saat adegan KJW en GRI bertukar jiwa setelah meminum arak sihir. Adegan ciuman busa kopi. Adegan berantem di atas ranjang yang diakhiri dengan tatapan maut? Adegan KJW yang terjebak di lift. Adegan pelukan di tengah hujan. Adegan ciuman di pesta natal. Adegan ‘malam pertama’ KJW en GRI setelah mereka nikah. Inget itu semua? Belum lagi, adegan patah hati Oska en Seul. Adegan kocak antara Sekretaris Kim en Ah Young, dll. Bisa panjang ceritanya kalo gw sebutin satu-satu di sini. Tiap adegan bisa gw inget dengan jelas, seolah hal itu baru aja gw lihat.

Gw belum cerita tentang dialog-dialognya yang cerdas. Jangan bilang lupa sama kata-kata yang sering banget diucapin KJW. “Apa ini hal terbaik yang bisa kau lakukan? Kau yakin?” Atau “Aku membantumu bukan karena merasa kasihan padamu tapi karena aku dilahirkan sebagai salah satu elit masyarakat, aku punya kewajiban melakukan hal ini sebagai rasa tanggung jawabku sebagai anggota masyarakat.” Atau “Jaket ini tidak seperti yang kau kira. Jaket ini adalah buatan tangan seorang artis dari Italia yang dijahitnya satu persatu dengan tangannya sendiri.” Atau “Kim Soo Hanmu, burung bangau dan kura-kura….,” potongan dialog yang sering diucapkan KJW saat ia tiba-tiba memikirkan GRI.

Atau dialog yang sering diucapkan GRI, “Apa kau mau tulang belakang kelimamu berubah menjadi enam?” Atau “Munchawasyong-munchawasyong,” bunyi nada pesan di ponsel GRI yang sering ditirunya. Jangan lupa dialog-dialog kocak yang sering diucapkan Oska dengan ceplas-ceplos yang sebenarnya sangat cerdas dilihat dari situasi yang dihadapinya.

Rasanya nggak cukup kata untuk ngegambarin perasaan gw terhadap drama ini. Gw angkat topi and applause panjang buat semua orang yang terlibat dalam drama ini. Well done guys, good job! Salute! Terutama gw salut banget sama Kim Eun Suk yang bisa nulis cerita drama fenomenal ini. Di kepalanya dia ada apaan sih? Sampe dia bisa nulis cerita kayak gini. Memang, karya-karya drama yang ditulisnya nggak biasa en beda sama penulis drama yang lain. Jangan bilang lupa sama drama hasil tangan dinginnya kayak Lover in Paris? Yang sempet bikin gw dan orang-orang yang nonton drama ini gigit jari dan terpengarah sendiri saat adegan terakhir drama ini diputer. Atau  On Air, cerita dibalik layar tentang suka duka pembuatan sebuah produksi drama, kisah artis dan manajernya, kisah sutradara sama penulisnya. Atau City Hall, kisah cinta berbalut isu politik, kisah seorang perempuan biasa di pertengahan 30-an yang mencalonkan diri menjadi walikota di daerahnya. Yang menurut gw agak ‘gagal’ karyanya dia adalah My Princess yang dimainin sama Kim Tae Hee and Song Seung Hun, yang tayang nggak lama setelah SG kelar. Gw bilang gagal mungkin karena gw masih kebawa demam SG. Yah, nggak bisa disalahin juga sih!!!  Because I never have been seen an amazing and awesome drama like this. The best ever! The best drama in 2010/2011.

Akibatnya, gw jadi agak males ngelirik drama korea lainnya setelah SG, karena gw udah underestimate duluan. Dan memang terbukti, sampai detik ini belum ada drama yang bisa membuat gw berpaling dari SG. Drama korea lainnya gw lirik sebentar doang! Karena belom ada yang ninggalin kesan sedalem SG. Beruntung, gw nggak cuma fokus sama Kdrama aja. Gw tetep setia sama J-dorama dari dulu, jadi gw punya tontonan pilihan lain. Dorama yang baru-baru ini gw lihat judulnya Taisetsu na Koto wa Subete Kimi ga Oshiete Kureta, yang main Haruma Miura en Erika Toda. Ceritanya tentang dunia pendidikan di Jepang. Lumayan bagus, walau agak beda jenisnya dengan cerita guru kocak seperti Yankumi di Gokusen atau Onizuka di GTO, karena drama ini diceritain dengan lebih dark.

Buat gw pribadi nonton drama/film nggak sekedar buat ngisi waktu aja. Tapi, dari drama/film yang gw lihat itu gw bisa belajar tentang hal lain di luar dari diri gw sendiri. Ada kehidupan lain yang berbeda dari diri gw dan gw belajar untuk memahaminya. Terdengar klise dan seperti alasan yang standar? Whatever-lah!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s